Belum Ada Judul

Sebelum ini aku tak pernah menamai apa itu sebuah hubungan. Memang tak perlu, seperti Summer dan Tom yang disatukan dalam selera musik yang sama. Tapi keduanya memang lebih baik menjadi kawan, baik diatas ranjang maupun teman jalan ke gedung bioskop atau toko piringan hitam.

Begitulah esensi dari teman. Sebuah peremajaan terhadap kehidupan. Kadangkala kita sering memisahkan antara teman dan cinta. Ada banyak hal di dunia ini yang berhubungan. Lalu kenapa kita (masih) memugar keduanya dengan konteks-konteks yang membingungkan? Setiap hubungan pasti membutuhkan perasaan, pada akhirnya juga bermuara pada apa yang disebut cinta.

Berteman dengan dasar cinta itulah yang membuat Summer dan Tom dapat melakukan serangkaian adegan diatas ranjang maupun hanya sekedar berjalan ke gedung bioskop atau toko piringan hitam. Perlukah melibatkan teori cinta Sternberg? Jika dirasa perlu, mari kita analisa.

Tapi malam telah larut, melarutkan kenangan-kenangan yang indah bersama mereka yang disebut teman. Bersama gelak canda tawa keluh kesah sepagian ini, semalaman lampu-lampu kota merayapi kisah-kisah kami. Ah, beginilah anak cucumu, Adam! Kau tinggalkan kotak kehidupan dan perjalanan yang harus kami lalui.

Friendship is always a sweet responsibility, never an opportunity,

Begitulah teman dapat mendefiniskan banyak hal. Seperti apa peran cinta untuk menghadapi hal hal yang cukup fana di dunia. Dalam sejengkal pelarian demi pelarian soal turunan masalah dalam kehidupan, maka teman dapat menyederhanakannya.

Setidaknya untuk membuat tidurmu nyenyak malam ini. Kau didongengkan tentang dingin malam yang segera berganti oleh hangatnya mentari. Sampai saat kita nyaris tak percaya. Bahwa roda nasib memang berputar. Sahabat masih ingatkah, Kau…

Malang, 16 September 2012

Leave a Reply