Hujanku, Hujan Kita!

Ada yang terlewatkan

Pagi ini dalam gemuruh mimpi tadi malam

Terlalu lelah, untuk melihat rintik-rintik

Hujan membenamkan debu-debu beterbangan

Meredam rasa jadi asa kemudian terbentuklah masa

Menumbuhkan berupa rupa warna

Dari hijau hingga merah

Ada yang terlewatkan

Jejak kaki kaki kecil menembus gerimis

Bentuk pelarian pada fantasi dan khayalan

Kemudian memandang langit

Ia semakin menumpahkan air dengan sengit

Aku dan kamu menjadi lapar

Setelah sepagian menari bersama

Menuju entah apa namanya

Ada yang terlewatkan

Aku dan kamu menjadi lapar

Wahai langit turunkan kue lapis legit

Jangan hanya air juga kenangan pahit

Kita terus menari pada hujan

Untuk menurunkan sepotong lapis legit

 

Malang, 19 September 2012

Leave a Reply