Melampaui Rupa

Mengapa tak tumbuh

Ruang rupa larut malam

Di sebuah teras peristiwa

 

Sementara

Serbuan kantuk yang hiruk

Menjumpai yang lalu  di tengah alam-alam

Cemara-cemara dan tenda-tenda

Deras air tanpa angin

Mencari jalan pulang

Dan mengembalikan harapan

 

Serta nasib-nasib kami

Di persimpangan nadi dan garis-garis tangan

Bahkan sorot matanya

Adalah tungku, hangat di tepi usia

 

Yogyakarta, 3 September 2018

One thought on “Melampaui Rupa

Leave a Reply